Daya Annisa

image

Awal berdirinya Daya Annisa adanya pertemuan bagi perempuan usaha mikro di Kabupaten Bantul DI Yogyakarta pada tahun 2005, yang bertujuan untuk berbagi informasi agar dapat mengembangkan pola pikir dan usaha secara swadaya dan  keuangan mikro. Keperpihakan ekonomi skala mikro sebagai ruang usaha bagi banyak perempuan dilakukan dengan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas khususnya masyarakat miskin yang memiliki usaha (economicaly active poor). Hingga sekarang anggota Daya Annisa terdiri dari kelompok usaha mikro yang berjumlah kurang lebih 456 (empat ratus lima puluh enam) orang dengan beragam jenis usaha seperti usaha makanan olahan, jasa, pertanian, dan kerajinan yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Bantul, Klaten dan Kulonprogo.

Visi & Misi

image

Visi

Menjadi lembaga terpercaya untuk mendorong pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat dalam aspek kehidupan ekonomi, sosial budaya menuju kemandirian dan ketangguhan.

Misi

  1. Meningkatkan kualitas hidup perempuan, keluarga dan masyarakat melalui pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan sikap untuk pengelolaan sumber penghidupan dan UMK yang maju.
  2. Mewujudkan pengembangan kewirausahaan, melalui jaringan pasar dan akses sumber pembiayaan yang berpihak namun berdasarkan kelayakan yang sehat.
  3. Mewujudkan pelaku UMK, khususnya perempuan yang memiliki kekuatan runding dan  tawar dalam pembangunan skala lokal.    
  4. Meningkatkan kemandirian melalui penguatan pendidikan masyarakat non formal, pengorganisasian dan jaringan. 
  5. Mewujudkan masyarakat tangguh bencana terkait sumber penghidupan melalui mitigasi, organisasi dan advokasi kebijakan.

Strategi

image

Starategi pemberdayaan melalui pendampingan untuk :

  1. Penguatan ekonomi mikro berbasis kelompok, khususnya perempuan usaha mikro.
  2. Peningkatan kapasitas perempuan untuk peningkatan kualitas hidup.
  3. Peningkatan pengelolaan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Sedangkan pendekatan yang dilakukan melalui:

  1. Pendidikan masyarakat kritis,
  2. Pendampingan kelompok perempuan usaha mikro,
  3. Pelatihan dan jaringan pasar 
  4. Advokasi dan inisiasi organisasi masyarakat untuk pengembangan ekonomi lokal desa dan ketangguhan warga, yaitu antara lain melalui:
    • Forum Ekonomi Lokal Desa yang memperhatikan risiko bencana,
    • Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Desa,
    • Rencana Kontijensi Bencana dan Penyelamatan Aset ,
    • Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan serta
    • Kelompok Perempuan Sadar Wisata Desa untuk Ekowisata.

Fokus

image

Daya Annisa memiliki empat fokus program, yakni :

  1. Pendampingan untuk Keuangan Mikro (Micro Finance)
  2. Pengelolaan Sumber Penghidupan yang berkelanjutan
  3. Pengurangan Resiko Bencana (PRB) berbasis Komunitas dan
  4. Peningkatan Kapasitas pelaku UMKM, Perempuan dan Masyarakat dan (Community Learning and Women Empowering).

Membangun ketangguhan untuk kemandirian menjadi pemantik semangat Daya Annisa dalam melaksanakan setiap kegiatan yang bertujuan untuk membangun keberdayaan masyarakat.

Portofolio 2010 - 2019

image

Tahun 2019

Program: Gerakan Nasional Revolusi Mental Indonesia Bersih, Kegiatan: Aksi   Nyata GNRM ”Penghijauan Kawasan Sungai Oyo untuk Adaptasi Perubahan Iklim dan Mendukung Rintisan Wisata Air di Desa Jatimulyo, Dlingo, Bantul, Yogyakarta”, Lokasi:  Jatimulyo, Dlingo, Bantul, Mitra:  Kementerian PMK.

 

Tahun 2018

1.Program:  Program 3 Ends, Kegiatan:  Peningkatan Ekonomi Perempuan, Anti traficking dan Perlindungan Anak di Kawasan New Bandara, Yogyakarta, Lokasi:  Temon, Kulonprogo, Mitra : Forum Puspa dan KPPA.

2.Program:Gerakan Aksi Nyata Digitalisasi Marketing bagi UKM Perempuan,Kegiatan:  Gerakan Aksi Nyata melalui marketing On Line bagi UKM, Lokasi:DI. Yogyakarta, Mitra: Kementerian PMK.

 

Tahun 2016 – 2017

Program: Tim Modul dan Trainer Desa Tangguh Bencana, Kegiatan:   Penyusunan Modul Trainer dalam TOF Desa Tangguh, Mitra: Direktur PM BNPB.

 

Tahun 2013

Program: Replikasi dan Pengembangan Desa Tangguh Bencana di Desa       Ujungbarang, Kec. Majenang Kab. Cilacap, Kegiatan: Kajian Risiko Bencana, Pengorganisasian, Dokumen Perencanaan Networking, Lokasi:  Kabupaten Cilacap, Mitra: BPBD Kab. Cilacap.

 

Tahun 2011-2013

Program:  DRR-SL, Kegiatan:  Pengurangan Risiko Bencana Ke Dalam Penghidupan Berkelanjutan, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra:   AIFDR – AUSAID.

 

Tahun 2012

Program:  Perintisan Taman Bacaan Masyarakat  di Desa Seloharjo, Pundong, Bantul, Kegiatan:  Inisiasi Taman Baca berbasis komunitas, Lokasi:  Kabupaten Bantul,  Mitra: Dirjen PAUDNI- Kemendikbud.

 

Tahun 2012-2018

Program:  Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan, Kegiatan:  Peningkatan Kapasitas perempuan marginal, Lokasi:  Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo, Mitra: Direktorat Dikmas Kemendikbud.

 

Tahun 2011

1.Program:  Rintisan Aksara Kewirausahaan, Kegiatan:  Pelatihan produksi berbagai makanan Olahan, Lokasi: Kabupaten Bantul, Mitra: Direktorat Dikmas kemendikbud.

2.Program:  Enfironment For Sustainabler Development, Kegiatan: Pendidikan Perempuan untuk pembangunan berkelanjutan di Dusun Kepek, Timbulharjo, Sewon, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra: Direktorat Dikmas kemendikbud.

 

Tahun 2010

Program: Emergency Respon Erupsi Gunung Merapi, Kegiatan: Trauma Healing, Pengadaan dan penyaluran logistik, Lokasi:  Kabupaten Sleman dan Magelang,  Mitra:  Swadaya dan berbagai relasi.

 

Portofolio 2007 - 2009

image

Tahun 2009

1. Program: Pendidikan Pemberdayaan Perempuan, Kegiatan:  Pelatihan manajemen usaha rumah tangga dan keterampilan membuat telur asin, bebek kremes, kripik bonggol pisang dan criping pisang, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra:  Subdit Perempuan dan Gender, Dikmas, Dirjen PNFI, Diknas.

2. Program:  Pembuatan Koran Ibu, Kegiatan:  Pelatihan Jurnalistik bagi Perempuan dan Pelatihan Keaksaraan, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra: Subdit Perempuan dan Gender, Dikmas, Dirjen PNFI, Diknas. 

 

Tahun 2009-2010

Program:Pengembangan usaha mikro melalui peningkatan kapasitas usaha dan layanan keuangan mikro, Kegiatan: Pelatihan peningkatan kapasitas usaha dan pemberian Micro Finance, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra:  AUSAID – YCAP.

 

Tahun 2008

1. Program: Pameran Produk, Kegiatan: Fasilitasi Pameran Produk Perempuan, Lokasi: UGM Yogyakarta, Mitra: Badan Pemberdayaan Perempuan Propinsi DIY.

2. Program:  Sosialisasi UU No. 23 Tentang PKDRT, Kegiatan:  Sosialisasi UU No. 23 Tentang PKDRT “Membangun Kepekaan Masyarakat Terhadap Persoalan Perempuan”,  Lokasi: Kabupaten Klaten dan Kabupaten Bantul, Mitra: Kementerian Negara Pemberdaayan Perempuan.

3. Kegiatan:  Fasilitasi  manajemen usaha kecil berbasis kesehatan keluarga,  Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra: Fakultas Geografi  UGM.

4. Program:Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender, Kegiatan:  Pelatihan dan Workshop Analisis Gender dalam keluarga dan  masyarakat, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra:  Dirjen PNFI Departemen Pendidikan Nasional.

5. Program: Pengadaan Peralatan Untuk Pengusaha Perempuan Mikro, Kegiatan: Pengadaan Peralatan Usaha di Kabupaten Bantul dan fasilitasi SP-IRT, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra: Caritas Swizterland

6. Program:Fasilitasi Studi Banding Export Produk Handicraft di Bali, Lokasi: Bali Mitra: GTZ

7. Program:Pendirian Showroom untuk penerima Manfaat dari RED, Kegiatan: Manejemen/Pengelolaan sarana  Showroom untuk aneka kerajinan di Desa Wisata Kasongan, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra:  GTZ- RED.

8. Program: Pemulihan Ekonomi Lokal, Kegiatan:  Pengembangan usaha kelompok menjahit di Desa Gulurejo Kab. Kulon Progo, Lokasi:  Kabupaten Kulonprogo, Mitra:  GTZ- RED.

 

Tahun 2007

1. Program: Bantuan Peralatan Produksi, Kegiatan:  Pengadaan Peralatan, Usaha diKabupaten Bantul, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra:  Biro Pemberdayaan Perempuan  Kab. Bantul.

2. Kegiatan: Fasilitasi Pameran Produk Eksport di Jakarta, Lokasi: UGM Yogyakarta,Mitra: GTZ- RED.Program: Pemulihan Ekonomi Lokal, Kegiatan: Pelatihan bangunan tahan gempa dan pemberian kredit untuk perbaikan tempat usaha, Lokasi: Kabupaten Bantul Mitra: GTZ-Red.

3. Program: Pemulihan Ekonomi Lokal, Kegiatan:  Pelatihan manajemen usaha rumah tangga dan keterampilan (kerajinan bunga kering, Pembuatan susu kedelai dan kerajinan bambu),Lokasi: Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo,Mitra: GTZ-Red.

4. Program: Sosialisasi Pengarusutamaan Gender, Kegiatan: Sosialisasi pengaurutamaan Gender Untuk kesadaran dan  penguatan bagi perempuan usaha mikro untuk anggota dampingan, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra:  Kementerian Pemberdayaan Perempuan.

5. Kegiatan: Pemulihan Ekonomi Lokal, Kegiatan: Pelatihan Manajemen Usaha dan Pemberian Micro Kredit untuk 200 pengusaha mikro, Lokasi:  Kabupaten Bantul, Mitra: GTZ- RED 

 

Layanan Keuangan Mikro

image

Para pengusaha mikro pada umumnya merasa kesulitan untuk mengakses modal berupa pinjaman. Tidak memiliki agunan dan bankable merupakan salah satu kendala yang dihadapi untuk mendapatkan fasilitas pinjaman modal dari perbankan maupun lembaga keuangan formal lainnya. Berdasarkan hal tersebut, maka layanan "Bangkit Annisa" berupa unit layanan keuangan mikro bagi anggota yang bertujuan untuk mendorong usaha mikro menjadi lebih maju dengan layanan modal yang mudah diakses.

Program layanan ini berorientasi pada peningkatan kualitas hidup anggota melalui peningkatan produktivitas dan kapasitas usaha. Sistem layanan keuangan mikro berupa kredit tanpa jaminan dengan pola tanggung renteng.

Syarat untuk dapat mengakses layanan ini antara lain:

  • Telah menjadi anggota.
  • Memiliki kelompok.
  • Memiliki keinginan kuat mengembangkan usaha dan kemampuan bertanggung jawab.
  •  

Pendampingan untuk Pemberdayaan

image

Pada umumnya layanan keuangan mikro yang dikembangkan oleh sebagian besar LKM atau perbankan di Indonesia adalah secara komersial (berorientasi profit semata), padahal yang dibutuhkan oleh masyarakat usaha mikro bukan modal semata tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya. Layanan keuangan mikro harus dijiwai dengan semangat pemberdayaan untuk mencapai tujuan pemerataan, keadilan, sekaligus efisiensi.

Usaha mikro khususnya yang dijalankan oleh perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan laki-laki, maka diperlukan pendampingan yang spesifik. Oleh karena itulah perempuan pengusaha mikro memerlukan pendekatan berbeda dengan laki-laki pengusaha. Intervensi berupa program atau dampingan yang sensitif terhadap persoalan dan kebutuhan perempuan mutlak menjadi arus utama. Pendampingan untuk kelompok usaha mikro dilakukan melalui pertemuan Temu Suruh maupun dalam kegiatan yang terprogram lainnya.

 

Pelatihan untuk Pengembangan Kapasitas Usaha dan SDM

image

Usaha mikro pada umumnya sulit untuk berkembang, disamping keterbatasan modal, juga pengelolaanya yang kurang profesional. Dan bagi perempuan sudah terlanjur melekat bahwa usaha yang dilakukan adalah hanya untuk samben (sampingan) dan tambahan saja, sehingga tidak terlihat serius dan pengeloalaanya tidak dilengkapi oleh pengetahuan dan ketrampilan yang memadai. Kondisi ini berpotensi menjadi penyebab usaha mikro rentan ketika berhadapan dengan realitas pasar bebas yang sangat rasional dan kompetitif.

Hal tersebut diatas tidak lepas dari pelabelan negatif (stereotype) terhadap perempuan, yaitu bahwa perempuan adalah ibu rumah tangga yang pekerjaannya hanya mengurusi urusan domestik rumah tangga saja. Perempuan dianggap lemah, selalu mengalah dan pasif. Dalam berbisnis pun tidak jarang mereka menerapkan anggapan tersebut. Lebih jauh hal ini dapat mengakibatkan perempuan tidak memiliki akses dan kontrol terhadap manfaat sumber daya.

 

image

Daya Annisa melakukan layanan pelatihan dalam rangka pengembangan kapasitas. Pelatihan untuk pengembangan kapasitas usaha dan sumber daya antara lain berupa pelatihan:

  • Perintisan usaha mikro
  • Kelayakan usaha mikro
  • Manajemen kelompok simpan-pinjam
  • Manajemen usaha: Pemasaran, Produksi dan Permodalan
  • Pengemasan produk
  • Manajemen usaha: Linkage program perbankan/ BUMN
  • Pencatatan dan administrasi usaha mikro
  • Kader kelompok untuk kemandirian melalui perintisan KPPM (Kelompok Perempuan Pengusaha Mikro)
  • Analisis gender dalalm kebijakan politik
  • Keluarga berwawasan gender
  • Kecakapan hidup (Life Skill)

Badan Hukum

image

Daya Annisa berdiri sejak tahun 2006, terdaftar sebagai Perkumpulan Perempuan Usaha Mikro (P2UM) dalam Akta Notaris No 64 tanggal 21 Oktober 2006 oleh Iin Suny Atmaja, SH. Daya Annisa disahkan menjadi Yayasan terhitung sejak tanggal 3 November 2015. Ijin Operasional No: 00-34-00/09/XII/2013 ditetapkan oleh Agung Supriyono, SH (Ka. Badan Kesbanglinmas DIY), pada tanggal: 17 Desember 2013.