Sabtu, 18 Nov 2017
You are here: Beranda | Berita | DAYA ANNISA Mendukung PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI

Agenda Terbaru

No events

Artikel Terbaru

Resep: BAKPIA PATHOK

Resep: BAKPIA PATHOK

Cara membuat Bakpia Pathok   Bahan: 100 g tepung terigu 1/4 sdt garam 25 ml air 25 ml minyak sayur Bahan isi: 125 g kacang hijau kupas, rendam selama 3 jam, kukus hingga lunak 1/2 sdt vanili bubuk 100 g gula halus 1/4 sdt garam Cara membuat: Isi: Haluskan kacang hijau kupas selagi hangat. Tambahkan vanili bubuk, gula ... Read more
Jumat, 27 Maret 2015 15:40

Fermentasi Untuk Pakan Ternak

  ... Read more
Jumat, 27 Maret 2015 11:03
Pupuk Organik Kascing

Pupuk Organik Kascing

Pupuk Organik Kascing     Pupuk organik kascing adalah pupuk organik yang dihasilkan  dari campuran limbah ternak dan sisa tanaman dengan bantuan cacing. Kascing merupakan pupuk kandang plus karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap dengan pH basa, kemampuan menahan air tinggi sehingga sangat cocok digunakan di lahan kering. Pupuk kascing mengandung auksin yang berguna meran... Read more
Kamis, 26 Maret 2015 15:34
Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P)

Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P)

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP PEREMPUAN   Pada 2011, penduduk Indonesia berusia 15-59 tahun yang masih tuna aksara berjumlah 6.730.682 orang, yang terdiri atas 2.265.399 orang laki-laki dan 4.465.282 orang perempuan. Berdasarkan persebarannya, sebanyak 5.419.709 orang atau 80,52 persen berada di 13 provinsi. Secara khusus, terdapat 6 (enam) provinsi dengan jumlah absolut tuna aksara lebih dari 200... Read more
Kamis, 19 Maret 2015 13:46

Pendidikan Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (EFSD)

Strategi yang digunakan adalah pendekatan Sustainable Livelihood (SL) adalah program yang tengah dikembangkan untuk mengatasi kemiskinan di tingat global. Awalnya SLA dipopulerkan oleh Robert Chambers dan Gordon Conway dari IDS-UK kini menjadi program pembangunan yang berkelanjutan. Adapun yang dimaksud dengan SLA itu sendiri adalah kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap orang/masyarakat untuk... Read more
Selasa, 03 Januari 2012 08:56
FGD Peran Perempuan dalam PRB

FGD Peran Perempuan dalam PRB

Sarasehan/Focus Group Discussion (FGD) tentang Peran Perempuan dalam Pengurangan Resiko Bencana (PRB) ini dilakukan untuk membangun kepekaan gender serta mengundang partisipasi perempuan dalam implementasi Pengurangan Resiko Bencana dalam Penghidupan Berkelanjutan (PRB-PB). Sarasehan ini bertujuan memberikan pengetahuan, informasi dan pembelajaran dalam rangka membangun kepekaan gender dan peran... Read more
Senin, 02 Januari 2012 22:06

Perawatan Sederhana untuk Kaki Cantik

Siapa yang tidak iingin memiliki kaki cantik dan sehat? Tentunya hal itu menjadi dambaan setiap wanita, termasuk anda bukan? Namun sayangnya bagian tubuh ini sering terabaikan perawatannya, karena terletak pada bagian paling bawah tubuh manusia dan selalu tertutup. Padahal sesungguhnya kaki memiliki fungsi yang paling berat yakni sebagai penopang tubuh manusia. Anda mungkin baru mengerti... Read more
Selasa, 22 Juni 2010 11:38
Pemberdayaan Perempuan Melalui Keaksaraan Fungsional Berbasis Kecakapan Hidup

Pemberdayaan Perempuan Melalui Keaksaraan Fungsional Berbasis Kecakapan Hidup

Peningkatan kualitas hidup, peran perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Perempuan sebagai sumberdaya manusia masih membutuhkan  upaya-upaya pemberdayaan. Lantas, ada apa dan kenapa dengan perempuan? ... Read more
Sabtu, 15 Mei 2010 17:01
10
Mar
DAYA ANNISA Mendukung PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Tati   

Rilis Konferensi Pers PIA Jogja

Peringatan International Women's Day (IWD) 8 Maret 2015

PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI

 

Korupsi telah membawa dampak sistemik terhadap perempuan dan anak.  Data Global Corruption Barometer, Transparency International (TI), menunjukkan bahwa perempuan merasakan dampak korupsi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.  Data profil kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) secara nasional sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI, 2012) adalah angka paling tinggi di Asia Tenggara.  Data Transparansi International menunjukkan, orang miskin di kawasan kumuh di Jakarta membayar air bersih sebesar 5-10 x lipat dari harga air pipa berlangganan.  Beras untuk rakyat miskin berkualitas buruk dan diperparah dengan pencurian sebesar 20 % dari total alokasinya.

Menurut laporan Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013, lebih banyak perempuan yang buta huruf dan memiliki akses kerja yang terbatas serta upah lebih rendah.  Data Komnas Perempuan menunjukkan banyaknya perempuan yang menjadi korban dalam konflik pengelolaan sumberdaya alam sebagai akibat dari posisi mereka yang seringkali berada di garda terdepan untuk mempertahankan sumber penghidupannya.  Semua persoalan di atas, berdampak langsung pada urusan keseharian perempuan, seperti di sekolah anak, di rumah sakit, di pasar, di tempat kerja, atau di kantor pelayanan publik.

Di tengah kuatnya dampak korupsi terhadap kehidupan sehari-hari, saat ini publik menyaksikan upaya penghentian laju pemberantasan korupsi.  Elemen negara, seperti institusi penegakan hukum dan lembaga perwakilan rakyat justru menghambatnya.  Para koruptor memanfaatkan peradilan, aturan hukum dan media untuk menyelamatkan diri.  KPK dikerdilkan.  Komisioner dan penyidiknya diperkarakan.  Kasus yang diusut KPK berhenti dan dilimpahkan.  Tokoh, jurnalis dan pegiat anti korupsi dikriminalisasi.  Aturan hukum dibolak-balik.  Presiden sebagai pemegang komando tertinggi tidak menunjukkan keberpihakan yang jelas pada upaya pemberantasan korupsi.

Kami, perempuan, tidak akan tinggal diam ketika upaya pemberantasan korupsi terancam.  Kami, perempuan, tidak akan tinggal diam ketika upaya menghentikan korupsi justru dihadang para penguasa.  Kami, perempuan, tidak akan tinggal diam ketika institusi penegak hukum “dilumpuhkan” dan dikuasai oleh pelaku korupsi itu sendiri.  Kami, perempuan, tak akan tinggal diam ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jantung penting dari perlawanan terhadap korupsi ini, dipaksa berhenti denyutnya.

Oleh karena itu, kami menuntut kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, mengambil tindakan untuk:

  1. Menghentikan pelemahan institusi dan instrumen hukum untuk pemberantasan korupsi.
  2. Menghentikan perlindungan bagi koruptor dan pejabat korup.
  3. Menghentikan praktek politik transaksional yang justru mendorong suburnya korupsi.

Kami juga mendorong:

  1. Penguatan gerakan anti korupsi yang dilakukan oleh semua elemen masyarakat.
  2. Semangat anti korupsi sebagai bagian wajib dari pendidikan anak-anak.
  3. Tumbuhnya semangat “berani bersih” ke semua lini kehidupan.
  4. Perempuan untuk berada di garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi.

 

Yogyakarta, 8 Maret 2015
Atas Nama Perempuan Indonesia Anti Korupsi

Dari Jogja untuk Indonesia

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 10 Maret 2015 12:29