Rabu, 22 Okt 2014
You are here: Beranda | Berita | Rumah Susun: Mengatasi Pemukiman Kumuh

Agenda Terbaru

No events

Artikel Terbaru

Pendidikan Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (EFSD)

Strategi yang digunakan adalah pendekatan Sustainable Livelihood (SL) adalah program yang tengah dikembangkan untuk mengatasi kemiskinan di tingat global. Awalnya SLA dipopulerkan oleh Robert Chambers dan Gordon Conway dari IDS-UK kini menjadi program pembangunan yang berkelanjutan. Adapun yang dimaksud dengan SLA itu sendiri adalah kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap orang/masyarakat untuk... Read more
Selasa, 03 Januari 2012 08:56
FGD Peran Perempuan dalam PRB

FGD Peran Perempuan dalam PRB

Sarasehan/Focus Group Discussion (FGD) tentang Peran Perempuan dalam Pengurangan Resiko Bencana (PRB) ini dilakukan untuk membangun kepekaan gender serta mengundang partisipasi perempuan dalam implementasi Pengurangan Resiko Bencana dalam Penghidupan Berkelanjutan (PRB-PB). Sarasehan ini bertujuan memberikan pengetahuan, informasi dan pembelajaran dalam rangka membangun kepekaan gender dan peran... Read more
Senin, 02 Januari 2012 22:06

Perawatan Sederhana untuk Kaki Cantik

Siapa yang tidak iingin memiliki kaki cantik dan sehat? Tentunya hal itu menjadi dambaan setiap wanita, termasuk anda bukan? Namun sayangnya bagian tubuh ini sering terabaikan perawatannya, karena terletak pada bagian paling bawah tubuh manusia dan selalu tertutup. Padahal sesungguhnya kaki memiliki fungsi yang paling berat yakni sebagai penopang tubuh manusia. Anda mungkin baru mengerti... Read more
Selasa, 22 Juni 2010 11:38
Pemberdayaan Perempuan Melalui Keaksaraan Fungsional Berbasis Kecakapan Hidup

Pemberdayaan Perempuan Melalui Keaksaraan Fungsional Berbasis Kecakapan Hidup

Peningkatan kualitas hidup, peran perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Perempuan sebagai sumberdaya manusia masih membutuhkan  upaya-upaya pemberdayaan. Lantas, ada apa dan kenapa dengan perempuan? ... Read more
Sabtu, 15 Mei 2010 17:01
23
Jun
Rumah Susun: Mengatasi Pemukiman Kumuh PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Ambar Sri Wahyuni   

Rumah merupakan kebutuhan dasar utama yang harus dipenuhi oleh insan manusia. Fungsi rumah selain sebagai tempat berteduh, berkumpul dengan keluarga, juga berfungsi untuk keamanan diri. Rumah tidak hanya dapat dilihat sebagai sarana kebutuhan hidup tetapi lebih jauh adalah proses bermukim manusia dalam rangka menciptakan suatu tatanan hidup bermasyarakat dan dirinya dalam menampakkan jati diri.

Pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni dan sesuai dengan kesehatan bagi penghuninya sangat mendesak untuk secepatnya diwujudkan. Negara dalam hal ini pemerintah mempunyai kewajiban untuk mewujudkan kebutuhan dasar khususnya perumahan yang layak huni bagi warga masyarakat. Saat ini banyak rumah kumuh yang tidak layak huni dan tidak memenuhi kesehatan bagi penghuninya. Salah satu contohnya berada di kawasan Desa Panggungharjo Bantul Yogyakarta.

 

 

Pemukiman kumuh khususnya di daerah Panggungharjo, menjadi masalah besar karena pertumbuhannya terus meningkat. Persoalan kawasan kumuh harus segera mendapat antisipasi sejak dini. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah menciptakan tata kelola pemukiman dan lingkungan yang baik, menjamin hak bermukim, penyediaan kebutuhan dasar dan rumah yang baik, dengan kata lain memanfaatkan pembangunan rumah sederhana dan sehat.

rusunawaPembangunan rumah susun merupakan salah satu cara jitu untuk memecahkan masalah kebutuhan akan pemukiman dan perumahan pada lokasi yang padat dan terbentuknya ruang desa yang nyaman dan sehat. Dengan adanya rumah susun ini pula diharapkan makin hari daerah kumuh berkurang dan selanjutnya menjadi daerah yang sehat, bersih, rapi dan teratur.

Pemerintah desa khususnya Desa Panggungharjo Bantul Yogyakarta berniat mengikis habis kawasan kumuh melalui perbaikan pemukiman kumuh dengan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Pembangunan rusunawa ini diharapkan di masa yang akan datang secara fisik dapat memenuhi kebutuhan pemukiman di Desa Panggungharjo yang semakin padat penduduknya. Kriteria calon penghuni rusunawa di Desa Panggungharjo bisa berasal dari masyarakat yang selama ini tinggal di pinggiran kota dan bekerja di kota karena mereka membutuhkan tempat layak huni, namun diprioritaskan untuk warga Bantul. Rusunawa tersebut berada di areal seluas sekitar 1.000 meter persegi dan dibangun di atas tanah kas Desa Panggungharjo yang dibeli Pemerintah Kabupaten Bantul, sedangkan anggaran untuk pembangunan fisiknya berasal dari pemerintah pusat. Bangunan rusunawa terdiri atas dua blok dengan total kamar 198 buah. Setiap kamar berukuran 24 meter persegi. Harga sewa tergantung lokasi kamar. Tarif lantai II Rp 200.000, lantai III Rp 175.000, lantai IV Rp 150.000, dan lantai V Rp 125.000. Lantai I tidak dipakai untuk kamar hunian tetapi tempat parkir dan tempat usaha. Tiap kamar memiliki ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan kamar tidur.

Semoga dengan dibangunnya rusunawa dengan lokasi yang strategis berada pada kawasan jalur alternatif ring road selatan di kawasan Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon dapat menjadi jalan alternatif untuk memberantas kawasan kumuh menjadi kawasan yang bersih dan sehat. (Ambar)



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 25 Juni 2010 15:00