Selasa, 23 Jul 2019
You are here: Beranda | Berita

Agenda Terbaru

No events

Artikel Terbaru

coba

coba

Read more
Kamis, 23 Mei 2019 14:38

TIPS Mendampingi Kelompok Perempuan Usaha Produktif

TIPS MENDAMPINGI KELOMPOK PEREMPUAN USAHA PRODUKTIF ... Read more
Rabu, 15 Mei 2019 12:52
Resep: BAKPIA PATHOK

Resep: BAKPIA PATHOK

Cara membuat Bakpia Pathok   Bahan: 100 g tepung terigu 1/4 sdt garam 25 ml air 25 ml minyak sayur Bahan isi: 125 g kacang hijau kupas, rendam selama 3 jam, kukus hingga lunak 1/2 sdt vanili bubuk 100 g gula halus 1/4 sdt garam Cara membuat: Isi: Haluskan kacang hijau kupas selagi hangat. Tambahkan vanili bubuk, gula ... Read more
Jumat, 27 Maret 2015 15:40

Fermentasi Untuk Pakan Ternak

  ... Read more
Jumat, 27 Maret 2015 11:03
Pupuk Organik Kascing

Pupuk Organik Kascing

Pupuk Organik Kascing     Pupuk organik kascing adalah pupuk organik yang dihasilkan  dari campuran limbah ternak dan sisa tanaman dengan bantuan cacing. Kascing merupakan pupuk kandang plus karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap dengan pH basa, kemampuan menahan air tinggi sehingga sangat cocok digunakan di lahan kering. Pupuk kascing mengandung auksin yang berguna meran... Read more
Kamis, 26 Maret 2015 15:34
Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P)

Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P)

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP PEREMPUAN   Pada 2011, penduduk Indonesia berusia 15-59 tahun yang masih tuna aksara berjumlah 6.730.682 orang, yang terdiri atas 2.265.399 orang laki-laki dan 4.465.282 orang perempuan. Berdasarkan persebarannya, sebanyak 5.419.709 orang atau 80,52 persen berada di 13 provinsi. Secara khusus, terdapat 6 (enam) provinsi dengan jumlah absolut tuna aksara lebih dari 200... Read more
Kamis, 19 Maret 2015 13:46

Pendidikan Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (EFSD)

Strategi yang digunakan adalah pendekatan Sustainable Livelihood (SL) adalah program yang tengah dikembangkan untuk mengatasi kemiskinan di tingat global. Awalnya SLA dipopulerkan oleh Robert Chambers dan Gordon Conway dari IDS-UK kini menjadi program pembangunan yang berkelanjutan. Adapun yang dimaksud dengan SLA itu sendiri adalah kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap orang/masyarakat untuk... Read more
Selasa, 03 Januari 2012 08:56
FGD Peran Perempuan dalam PRB

FGD Peran Perempuan dalam PRB

Sarasehan/Focus Group Discussion (FGD) tentang Peran Perempuan dalam Pengurangan Resiko Bencana (PRB) ini dilakukan untuk membangun kepekaan gender serta mengundang partisipasi perempuan dalam implementasi Pengurangan Resiko Bencana dalam Penghidupan Berkelanjutan (PRB-PB). Sarasehan ini bertujuan memberikan pengetahuan, informasi dan pembelajaran dalam rangka membangun kepekaan gender dan peran... Read more
Senin, 02 Januari 2012 22:06
Kegiatan Kajian Dalam Rangka PRB-PB PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Tati   
Senin, 02 Januari 2012 23:07

Membangun kesadaran kritis merupakan kunci penting dalam proses pendampingan. Pendidikan kesadaran kritis ini secara intens dilakukan pada serangkaian kajian penghidupan berkelanjutan yang memperhitungkan risiko bencana.
Pelaksanaan kajian menggunakan pola pendidikan orang dewasa melalui pendekatan berbasis PRA (Participatory Rural Appraisal) dengan seperangkat alat kajian diantaranya :

  1. Analisis risiko bencana melalui sejarah bencana dan transek (susur desa),
  2. Analisis sumber penghidupan yang lentur dan tidak lentur terhadap bencana melalui sejarah penghidupan serta analisis pendapatan dan pengeluaran,
  3. Pembuatan peta risiko dan sumber daya,
  4. Analisis Pentagon aset
  5. Serta analisis gender diseluruh alat kajian untuk melihat lebih dalam mengenai kesetaraan akses dan peran dalam proses-proses pengambilan keputusan.

Secara teknis proses kajian dilakukan pada dua konsentrasi peserta


Pertama, di tingkat desa yang diikuti oleh perwakilan stakeholder seperti pemerintah desa, PKK, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani, kelompok pengrajin, kelompok usaha, kelompok perempuan usaha mikro, karang taruna, ormas keagamaan dan OPRB dengan merepresentasikan minimal 30% keterwakilan perempuan.

Kedua, kajian PRB-PB di kelompok rentan. Dalam perjalanan program team Daya Annisa semakin menyadari bahwa tidaklah cukup melibatkan para stakeholder desa, warga yang tinggal di lokasi risiko tinggi dan miskin perlu dilibatkan secara intens sebagai peserta kajian karena merekalah yang secara langsung berisiko tinggi terhadap dampak bencana. Proses kajian tingkat desa dilanjutkan dengan Training Of Trainer dimana peserta kajian tingkat desa menjadi kader-kader atau yang disebut pemandu, yang akan melakukan pendidikan kritis masyarakat melalui kajian kepada masyarakat rentan bencana termasuk warga miskin di desanya.

Metode kajian dengan dua konsentrasi ini dilakukan untuk lebih memberikan pemahaman, kesadaran kritis masyarakat serta kepedulian terhadap kondisi wilayahnya, selain juga untuk membangun rasa memiliki program.


Kajian pengurangan risiko bencana terkait penghidupan berkelanjutan menjadi dasar utama kegiatan-kegiatan dalam program PRB PB,  termasuk dalam penyusunan rencana aksi yang dilakukan bersama masyarakat. Harapannya peningkatan kapasitas dalam menghadapi dan pulih dari bencana dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat desa, tidak hanya di lingkungan elit desa sebagai agen perubahan, tetapi juga tepat sasaran yaitu menyentuh masyarakat rentan dan miskin.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 17 Maret 2015 14:17
 
Program Pengurangan Risiko Bencana PDF Cetak Surel
Ditulis oleh bagus   
Kamis, 24 Juni 2010 14:50

"Program ini dilaksanakan dengan harapan dapat mengurangi tingkat risiko bencana meliputi aspek kerentanan, ancaman dan kapasitas khususnya pada masyarakat di lokasi rawan bencana yaitu di Desa Muntuk dan Desa Jatimulyo"

Dalam rangka memfasilitasi proses partisipatif penguatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan resiko bencana di sektor penghidupan, Daya Annisa dengan berbagai stakeholder baik dari Pemerintah Daerah Bantul melalui Bappeda Bantul, beberapa SKPD terkait dan Perangkat Desa serta dengan SC-DRR UNDP bermaksud melakukan rangkaian program pengurangan risiko bencana ke dalam penghidupan berkelanjutan (PPRB-PB).


Program ini dilaksanakan dengan harapan dapat mengurangi tingkat risiko bencana meliputi aspek kerentanan, ancaman dan kapasitas khususnya pada masyarakat di lokasi rawan bencana yaitu di Desa Muntuk dan Desa Jatimulyo. Dalam hal ini Daya Annisa lebih berperan menjadi pendamping (fasilitator) yang memberikan fasilitasi kepada masyarakat sehingga seluruh rencana kerja dan keluaran (output) yang diharapkan dapat terselenggara dan tercapai dengan baik.

 

 

altPelaksanaan program PPRB-PB ini secara menyeluruh baik sasaran, metode dan proses akan banyak melibatkan partisipasi dari masyarakat di Desa Muntuk dan Desa Jatimulyo termasuk pemangku kepentingan di kedua wilayah tersebut yaitu perangkat Desa, tokoh masyarakat yang terlibat dalam kelembagaan desa, pelaku usaha dan kelompok marginal. Dengan kata lain, program ini secara teknis memberikan kesempatan untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan lokal sehingga akan mendorong dan menumbuhkan insiatif baru dalam pengarusutamaan pengurangan risiko bencana ke dalam penghidupan berkelanjutan. Harapannya keterlibatan aktif dari seluruh pihak pada program PPRB-PB ini dapat memberikan kontribusi menyeluruh bagi masyarakat dalam hal pengurangan risiko bencana yang terintegrasi dengan penghidupan masyarakat berdasarkan pembelajaran yang didapat dari proram ini.

Program PPRB-PB ini memiliki 2 (dua) tujuan meliputi tujuan jangka panjang dan jangka pendek yaitu :

Tujuan Jangka Panjang yaitu tercapainya Pengembangan Ekonomi Lokal berkelanjutan di Desa Muntuk dan Desa Jatimulyo dengan membangun tingkat kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap pengurangan risiko bencana (PRB).

Tujuan Jangka Pendek yaitu: Terwujudnya integrasi pengurangan risiko bencana dalam penghidupan berkelanjutan di Desa Muntuk dan Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul dan Menguatnya kapasitas masyarakat dan terlindunginya aset-aset masyarakat serta pelaku usaha dalam menghadapi ancaman risiko bencana.

 

Program PPRB-PB ini memiliki hasil yang diharapkan / output program meliputi :

  1. Dokumen kajian awal kondisi livelihood yang telah memasukkan unsur analisis risiko yaitu ancaman, kerentanan dan kapasitas di 2 (dua) Desa Muntuk dan Jatimulyo.
  2. Dokumentasi perangkat kajian dan pembelajaran program pengintegrasian pengurangan risiko bencana ke dalam program ekonomi berkelanjutan.
  3. Terbentuknya Forum Pengembangan Ekonomi Desa (Forum PED) yang mengintegrasikan pengurangan resiko bencana dalam penghidupan berkelanjutan dengan beranggotakan multistakeholder.
  4. Dokumen rencana strategis (Renstra) pengembangan ekonomi yang terintegrasi dengan konsep PRB.
  5. Tersusun dan terselenggaranya program peningkatan ekonomi yang terintegrasi dengan pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan dan berbasis pada sumber daya lokal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dituangkan dalam Action Plan sebagai rencana tindak lanjut program yang dilaksanakan oleh masyarakat.
  6. Dokumen pembelajaran dalam pelaksanaan pengintegrasian pengurangan risiko bencana ke dalam penghidupan berkelanjutan.
  7. Laporan pelaksanaan kegiatan program pengintegrasian pengurangan risiko bencana ke dalam penghidupan berkelanjutan.
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 17 Maret 2015 12:37
 
« MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir »