Penghijauan Kawasan Sungai Oyo untuk Adaptasi Perubahan Iklim dan Mendukung Rintisan Wisata Air di Desa Jatimulyo, Dlingo, Bantul, Yogyakarta

  • Administrator
  • |
  • Dec 11, 2019

Perubahan iklim telah menyebabkan dampak yang beragam bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Kenaikan suhu bumi, cuaca ekstrim, gagal panen,  kekeringan lahan, kebakaran hutan, menurunnya kualitas dan kuantitas air merupakan beberapa contoh dampak perubahan iklim yang sering kita rasakan. Perubahan iklim ini telah terjadi sejak lama, namun  meningkatnya aktivitas manusia menyebabkan perubahan komposisi atmosfer global berupa gas rumah kaca dan mengakibatkan pemanasan global. Hal ini tidak bisa kita hindari, tetapi kita bisa menyesuaikan diri dan mengantisipasi dampak perubahan iklim di sekitar tempat tinggal kita.

Desa Jatimulyo berada di Kawasan Kars Gunung Sewu yang berjarak 25 km dari  pusat  Kabupaten Bantul. Mayoritas penduduk mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan mereka. Pengolahan lahan pertanian di wilayah Jatimulyo jelas dipengaruhi oleh debit air yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Sumber air di Jatimulyo terpenuhi dari telaga dan sumur. Meskipun begitu pada musim kemarau atau mangsa ketiga, volume airnya sangat sedikit dan tidak bisa memenuhi kebutuhan air penduduk, baik untuk pengolahan lahan maupun ketersediaan air bersih. Desa Jatimulyo pada musim kemarau mengalami krisis air bersih juga kekeringan lahan pertanian yang mengakibatkan dalam setahun hanya satu kali panen. Sungai Oyo merupakan salah satu sungai yang melintasi Desa Jatimulyo dan menjadi salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk pengairan lahan pertanian saat musim kemarau. Kondisi Sungai Oyo saat musim kemarau sangat jernih namun debit airnya berkurang sehingga dasar sungai bisa terlihat dari tepian. Namun saat musim penghujan debit air akan meningkat banyak dan membawa sampah ke tepi sungai, baik sampah plastik dari hulu maupun sampah berupa ranting atau batang pohon yang terbawa arus air banjir.

Daya Annisa bekerjasama dengan  Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akan menyelenggarakan Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dengan fokus gerakan perubahan Indonesia Bersih. Gerakan Indonesia bersih merupakan gerakan untuk mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat baik jasmani dan rohani pada semua simpul perubahan.

Tema Gerakan Indonesia Bersih yang dilakukan adalah Penghijauan Kawasan Sungai Oyo untuk Adaptasi Perubahan Iklim dan Mendukung wisata Air di Desa Jatimulyo, Dlingo, Bantul, DI. Yogyakarta.

Gerakan Nasional Revolusi Mental adalah perubahan cara pandang, cara pikir, sikap, perilaku dan cara kerja bangsa Indonesia yang mengacu nilai-nilai strategis instrumental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong berdasarkan Pancasila, agar Indonesia menjadi negara yang maju, modern, makmur, sejahtera dan bermartabat. Gerakan Indonesia Bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, sehingga lingkungan akan lebih bersih dan memberikan manfaat secara berkelanjutan baik untuk masyarakat maupun untuk Bumi kita.

banner___pendidikan-karakter-perempuan-berbasis-kecakapan-personal-sosial-dan-vokasional__5c52baaee3343__80.jpg
Pendidikan Karakter Perempuan Berbasis Kecakapan Personal, Sosial dan Vokasional
banner___pendampingan-masyarakat__5dafeffa3b975__80.jpg
DAYA ANNISA DUKUNG PENGEMBANGAN WISATA GOA KEBON DESA KREMBANGAN, KULONPROGO MELALUI PENDAMPINGAN
banner_____5df069b668ec7__80.jpg
Keterlibatan Perempuan dalam Aksi Nyata Adaptasi Perubahan Iklim
banner___cara-buat-bakpia-pathok__5daff14ab0bd7__80.jpg
Cara membuat Bakpia Pathok