Ahad, 05 Jul 2015
You are here: Beranda | Artikel | Tentang Wanita | Pemberdayaan Perempuan Melalui Keaksaraan Fungsional Berbasis Kecakapan Hidup

Agenda Terbaru

No events

Berita Terbaru

KEBON SINANGLING, Taman Baca Masyarakat di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri

KEBON SINANGLING, Taman Baca Masyarakat di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri

Desa Wisata Kebonagung di Kecamatan Imogiri, Kab Bantul yang merupakan desa wisata berbasis pertanian dan budaya lokal kini memiliki sebuah taman baca bernama KEBON SINANGLING.  KeberadaanTaman Baca Masyarakat tersebut adalah sebagai wahana berbagai sumber informasi untuk meningkatkan keaksaraan masyarakat.  Terlebih lagi bagi anak-anak dan remaja di sekitarnya untuk menambah pengetahuan dengan gemar membaca. ... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 15:52
Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender

Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender

Salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, khususnya di keluarga sebagai satuan terkecil dalam masyarakat, Daya Annisa turut menyelenggarakan Program Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender (PKBG). ... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 13:48
DAYA ANNISA Mendukung PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI

DAYA ANNISA Mendukung PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI

Rilis Konferensi Pers PIA Jogja Peringatan International Women's Day (IWD) 8 Maret 2015 PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI   Korupsi telah membawa dampak sistemik terhadap perempuan dan anak.  Data Global Corruption Barometer, Transparency International (TI), menunjukkan bahwa perempuan merasakan dampak korupsi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.  Data profil kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) secara nasional... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 11:29
Pendidikan Karakter Perempuan Berbasis Kecakapan Personal, Sosial dan Vokasional

Pendidikan Karakter Perempuan Berbasis Kecakapan Personal, Sosial dan Vokasional

Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) bertujuan untuk mewujudkan pendidikan karakter agar perempuan memiliki keberdayaan untuk kemandirian melalui kemampuan berusaha.  Pendidkan karakter tersebut dalam hal: kecakapan personal untuk membangun citra diri yang positif bagi perempuan, kecakapan sosial dan kecakapan vokasional. ... Read more
Senin, 09 Maret 2015 13:23

Pelatihan Perempuan UKM di Wonosobo

Daya Annisa memberikan pelatihan tentang Manajemen Keuangan bagi kelompok UMK yang dilakukan para perempuan di Wonosobo, 11 Juni 2014. Kegiatan ini merupakan kerjasama LPTP Solo dan salah satu CSR Perusahaan Multinasional. Merupakan pelatihan dasar untuk menanganalisa BEP dalam manajemen produksi, pendapatan dan biaya. Disamping itu diberikan tentang administrasi keuangan usaha dan pemisahan dengan keuangan rumahtangga, termasuk bagaimana... Read more
Kamis, 07 Agustus 2014 14:11
Meningkatkan Peran Perempuan dalam Desa Wisata, Daya Annisa Adakan Pelatihan Batik

Meningkatkan Peran Perempuan dalam Desa Wisata, Daya Annisa Adakan Pelatihan Batik

Imogiri, selama ini peran dan keterlibatan perempuan dalam mengelola desa wisata masih relatif rendah, sehingga perlu diadakan kegiatan yang melibatkan mereka dalam meningkatkan mutu desa wisata di lingkungan mereka. Untuk itulah Daya Annisa kegiatan pelatihan membatik untuk kelompok perempuan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Progran PKH Perempuan Sadar wisata. ... Read more
Senin, 03 September 2012 20:28
Famtrip dan Pengukuhan Perempuan POKDARWIS Desa Wisata Kebonagung

Famtrip dan Pengukuhan Perempuan POKDARWIS Desa Wisata Kebonagung

Kebonagung, (7/7/2012), Harus kita sadari, bahwa peran perempuan dalam pengelolaan kawasan desa wisata sangatlah penting. Namun sayang, selama ini peran perempuan dalam kegiatan pengelolaan desa wisata belumlah optimal. Hingga sekarang, perempuan hanya berperan menjadi “bagian belakang” yang tidak memiliki peran strategis. Padahal produk yang mereka hasilkan menjadi salah satu andalan dalam produk wisata, seperti kuliner dan  seni kerajinan. D... Read more
Selasa, 24 Juli 2012 13:10
Kegiatan Transek (Susur Desa) di Desa Kebonagung

Kegiatan Transek (Susur Desa) di Desa Kebonagung

Imogiri, (27/6/2012), Hingga saat ini masih banyak kalangan di masyarakat yang belum peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya, padahal di sekeliling lingkungan terdapat potensi besar yang mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, salah satunya dalam bentuk desa wisata. Di lain pihak, masyarakat khususnya perempuan, juga cenderung kurang memiliki semangat untuk terlibat dalam pengelolaan desa wisata. Didorong oleh kondisi tersebu... Read more
Kamis, 05 Juli 2012 10:12
Peningkatan Peran Perempuan dalam Pengelolaan Desa Wisata

Peningkatan Peran Perempuan dalam Pengelolaan Desa Wisata

Imogiri, (18/6/2012), Keterlibatan perempuan dalam wilayah publik masih menjadi problem program pemberdayaan masyarakat. Faktor budaya dan akses informasi yang rendah masih menjadi kendala bagi optimalisasi perempuan dalam peran- peran strategis dalam kegiatan masyarakat. Tidak terkecuali peran perempuan dalam pengelolaan desa wisata di desa Kebonagung, Imogiri Bantul yang masih rendah, terutama mereka yang masih berkeaksaraan rendah. Karena i... Read more
Rabu, 04 Juli 2012 07:57
15
May
Pemberdayaan Perempuan Melalui Keaksaraan Fungsional Berbasis Kecakapan Hidup PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Tati   

Peningkatan kualitas hidup, peran perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Perempuan sebagai sumberdaya manusia masih membutuhkan  upaya-upaya pemberdayaan. Lantas, ada apa dan kenapa dengan perempuan?

Secara empiris peran dan kedudukan perempuan masih tertinggal dalam semua bidang seperti bidang: ekonomi, pendidikan, politik dan lainnya.Kondisi ini tampak jelas dalam Indeks Pembangunan Gender (Gender Development Index) (2004); Indonesia pada urutan 90, tertinggal di bawah Vietnam,

Philipina,  China, Korea maupun negara Asean lainnya.  Secara khusus dalam aspek pendidikan, semakin tinggi jenjang pendidikan, jumlah perempuan lebih sedikit dari pada laki-laki. Demikian juga, angka buta huruf perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki. Fakta ini semakin jelas menunjukan bahwa masalah pemberdayaan perempuan  masih harus mendapat perhatian. Permasalahan rendahnya pendidikan perempuan akan mempengaruhi kualitas hidup yang berdampak  bukan hanya bagi perempuan itu sendiri namun dapat menyebabkan kemunduran sebuah keluarga. Perempuan memiliki peran kodrati yang tidak dapat digantikan oleh laki-laki dalam fungsi reproduksinya. Oleh sebab itu pembangunan selayaknya memberikan akses yang adil dan memadai bagi perempuan dan anak untuk lebih berperanserta, memanfaatkan hasil-hasil pembangunan, serta turut mempunyai andil dalam proses pengendalian/kontrol pembangunan. Disamping itu, pembangunan juga harus memegang prinsip pemenuhan hak asasi manusia, yang salah satunya tercermin dalam pencapaian kesetaraan dan keadilan gender serta hak-hak anak yang tidak terabaikan.

Sehubungan dengan kegiatan pemberdayaan khususnya bidang pendidikan bagi perempuan,  menurut data  dasar penduduk buta aksara (BPS) dari tahun 2006 sampai dengan 2008, Kabupaten Bantul memiliki tingkat penurunan buta aksara yang paling tinggi, yaitu dari 2,72% pada tahun 2006 menjadi 0,55% pada tahun 2008 dengan tingkat penurunan sebesar 79,59%. Namun demikian apabila ditinjau dari penurunan jumlah penduduk buta aksara,  Kabupaten Gunungkidul memiliki jumlah yang tertinggi yaitu 29.307 orang dengan tingkat penurunan dengan capaian sasaran sebesar 62,08% atau menjadi tinggal sebanyak 17.899 orang pada akhir tahun 2008 ini.

Dalam rangka penuntasan  buta aksara di Indonesia dilakukan berbagai upaya, salah satunya adalah penyelenggaraan keaksaraan fungsional berbasis life skills. Melalui program ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran langsung baca-tulis-hitung (calistung) fungsional terpadu dengan keterampilan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam pembelajaran dengan metode ini, warga belajar tidak hanya belajar mengenal huruf, tetapi juga mendapatkan kecakapan hidup dari tutor keaksaraannya.  Beberapa pengetahuan keterampilan dasar dan tambahan pengetahuan tentang usaha baik berupa manajemen, proses produksi dan pemasaran diberikan kepada warga belajar disesuaikan dengan potensi masing-masing kelompok. Strategi ini berguna untuk menghindari kejenuhan belajar.

Life Skills berdasarkan konsep yang digunakan WHO (1997), merupakan kemampuan berperilaku adaptif dan positif yang menjadikan seseorang mampu menguasai secara efektif kebutuhan dan tantangan hidup sehari-hari. Konsep life skills diadopsi dalam bahasa Indonesia sebagai ‘kecakapan hidup’.  Kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani meghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa  tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Kecakapan hidup lebih luas dari keterampilan untuk bekerja, apalagi sekedar ketrampilan manual. Orang yang tidak bekerja, misalnya ibu rumah tangga atau orang yang sudah pensiun pun tetap memerlukan kecakapan hidup karena akan tetap menghadapi berbagai masalah yang harus dipecahkan. Orang yang sedang menempuh pendidikan juga memerlukan kecakapan hidup, karena mereka tentu juga memiliki permasalahan yang harus dipecahkan. Kecakapan hidup dapat dibedakan menjadi lima, yaitu:

  1. Kecakapan mengenal diri (self awarness), yang juga sering disebut kemampuan personal (personal skill);
  2. Kecakapan berpikir rasional (thinking skill);
  3. Kecakapan sosial (social skill);
  4. Kecakapan  akademik (academic skill), dan
  5. Kecakapan  vokasional (vocational skill).

Daya Annisa  merupakan salah satu lembaga yang memiliki fokus kegiatan pada pemberdayaan masyarakat khususnya pelaku usaha mikro-kecil yang meliputi penguatan ekonomi, sumber daya manusia, dan kapasitas usaha. Kegiatan Lembaga Daya Annisa dalam pemberdayaan masyarakat diantaranya adalah pendampingan melalui pendidikan dan latihan untuk pengembangan usaha, keuangan mikro pola kelompok, pengembangan jaringan usaha, kerjasama dengan Sub Direktorat Pendidikan Perempuan Direktorat Pendidikan Masyarakat Dirjen PNFI Departemen Pendidikan Nasional: pendidikan keluarga berwawasan gender (PKBG), program pemberdayaan perempuan melalui pengembangan potensi lokal dan penerbitan koran Ibu.  Kegiatan–kegiatan yang telah dilakukan tersebut merupakan pengalaman berharga bagi organisasi untuk lebih optimal melakukan upaya-upaya pemberdayaan.

Penuntasan buta aksara di Indonesia pada umumnya dan di daerah-daerah kantong buta aksara khususnya di pedesaaan diperlukan strategi pengintegrasian dengan memadukan life skills dan penguatan peran kelompok usaha. Meningkatkan mutu pembelajaran warga belajar perlu dilandasi prinsip belajar untuk memahami sesuatu (learning to know), belajar untuk dapat mengerjakan sesuatu (learning to do), belajar menjadi diri sendiri/mandiri (learning to be), dan belajar untuk dapat hidup bersama masyarakat (learning to live together).



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 20 Mei 2010 16:08