Rabu, 26 Sep 2018
You are here: Beranda | Artikel | Umum | Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P)

Agenda Terbaru

No events

Berita Terbaru

Peningkatan Kapasitas Anggota Daya Annisa

Peningkatan Kapasitas Anggota Daya Annisa Tentang Higienitas Produk Makanan Olahan, PIRT dan Pentingnya Badan Hukum Untuk Usaha Kelompok Sabtu, 5 Mei 2018 Daya Annisa mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi para anggota dampingan. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan kelompok dampingan Daya Annisa di Bantul dan Kulonprogo. Dengan narasumber dari Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupatan Bantul. Banyaknya anggota d... Read more
Senin, 07 Mei 2018 14:59

Pendampingan Pembuatan IUMK

Pendampingan Pembuatan IUMK ... Read more
Jumat, 29 Januari 2016 12:29
KEBON SINANGLING, Taman Baca Masyarakat di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri

KEBON SINANGLING, Taman Baca Masyarakat di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri

Desa Wisata Kebonagung di Kecamatan Imogiri, Kab Bantul yang merupakan desa wisata berbasis pertanian dan budaya lokal kini memiliki sebuah taman baca bernama KEBON SINANGLING.  KeberadaanTaman Baca Masyarakat tersebut adalah sebagai wahana berbagai sumber informasi untuk meningkatkan keaksaraan masyarakat.  Terlebih lagi bagi anak-anak dan remaja di sekitarnya untuk menambah pengetahuan dengan gemar membaca. ... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 15:52
Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender

Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender

Salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, khususnya di keluarga sebagai satuan terkecil dalam masyarakat, Daya Annisa turut menyelenggarakan Program Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender (PKBG). ... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 13:48
DAYA ANNISA Mendukung PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI

DAYA ANNISA Mendukung PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI

Rilis Konferensi Pers PIA Jogja Peringatan International Women's Day (IWD) 8 Maret 2015 PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI   Korupsi telah membawa dampak sistemik terhadap perempuan dan anak.  Data Global Corruption Barometer, Transparency International (TI), menunjukkan bahwa perempuan merasakan dampak korupsi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.  Data profil kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) secara nasional... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 11:29
Pendidikan Karakter Perempuan Berbasis Kecakapan Personal, Sosial dan Vokasional

Pendidikan Karakter Perempuan Berbasis Kecakapan Personal, Sosial dan Vokasional

Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) bertujuan untuk mewujudkan pendidikan karakter agar perempuan memiliki keberdayaan untuk kemandirian melalui kemampuan berusaha.  Pendidkan karakter tersebut dalam hal: kecakapan personal untuk membangun citra diri yang positif bagi perempuan, kecakapan sosial dan kecakapan vokasional. ... Read more
Senin, 09 Maret 2015 13:23

Pelatihan Perempuan UKM di Wonosobo

Daya Annisa memberikan pelatihan tentang Manajemen Keuangan bagi kelompok UMK yang dilakukan para perempuan di Wonosobo, 11 Juni 2014. Kegiatan ini merupakan kerjasama LPTP Solo dan salah satu CSR Perusahaan Multinasional. Merupakan pelatihan dasar untuk menanganalisa BEP dalam manajemen produksi, pendapatan dan biaya. Disamping itu diberikan tentang administrasi keuangan usaha dan pemisahan dengan keuangan rumahtangga, termasuk bagaimana... Read more
Kamis, 07 Agustus 2014 14:11
Meningkatkan Peran Perempuan dalam Desa Wisata, Daya Annisa Adakan Pelatihan Batik

Meningkatkan Peran Perempuan dalam Desa Wisata, Daya Annisa Adakan Pelatihan Batik

Imogiri, selama ini peran dan keterlibatan perempuan dalam mengelola desa wisata masih relatif rendah, sehingga perlu diadakan kegiatan yang melibatkan mereka dalam meningkatkan mutu desa wisata di lingkungan mereka. Untuk itulah Daya Annisa kegiatan pelatihan membatik untuk kelompok perempuan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Progran PKH Perempuan Sadar wisata. ... Read more
Senin, 03 September 2012 20:28
Famtrip dan Pengukuhan Perempuan POKDARWIS Desa Wisata Kebonagung

Famtrip dan Pengukuhan Perempuan POKDARWIS Desa Wisata Kebonagung

Kebonagung, (7/7/2012), Harus kita sadari, bahwa peran perempuan dalam pengelolaan kawasan desa wisata sangatlah penting. Namun sayang, selama ini peran perempuan dalam kegiatan pengelolaan desa wisata belumlah optimal. Hingga sekarang, perempuan hanya berperan menjadi “bagian belakang” yang tidak memiliki peran strategis. Padahal produk yang mereka hasilkan menjadi salah satu andalan dalam produk wisata, seperti kuliner dan  seni kerajinan. D... Read more
Selasa, 24 Juli 2012 13:10
19
Mar
Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Tati   

PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP PEREMPUAN

 

Pada 2011, penduduk Indonesia berusia 15-59 tahun yang masih tuna aksara berjumlah 6.730.682 orang, yang terdiri atas 2.265.399 orang laki-laki dan 4.465.282 orang perempuan.

Berdasarkan persebarannya, sebanyak 5.419.709 orang atau 80,52 persen berada di 13 provinsi. Secara khusus, terdapat 6 (enam) provinsi dengan jumlah absolut tuna aksara lebih dari 200 ribu orang dengan persentase di atas rata-rata persentase nasional yaitu 4,43 persen; satu provinsi dengan jumlah absolut tuna aksara lebih dari 200.000 orang, tetapi dengan angka persentase di bawah persentase rata-rata nasional yaitu Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya enam provinsi lainnya memiliki angka presentase tuna aksara di atas persentase rata-rata nasional.

Dari provinsi-provinsi padat tuna aksara tersebut, sebanyak 2.542.412 orang tersebar di 33 kabupaten dengan jumlah tuna aksara di atas 50.000 orang (44,3%). Penduduk tuna aksara pada umumnya tinggal di daerah perdesaan seperti: petani kecil, buruh, nelayan, dan kelompok masyarakat miskin perkotaan yaitu buruh berpenghasilan rendah atau penganggur.

Mereka tertinggal dalam hal pengetahuan, keterampilan serta sikap mental pembaharuan dan pembangunan. Akibatnya, akses terhadap informasi dan komunikasi yang penting untuk membuka cakrawala kehidupan dunia juga terbatas karena mereka tidak memiliki kemampuan keaksaraan yang memadai.

Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA) yang telah ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan GNP-PWB/PBA dan Prakarsa Keaksaraan untuk Pemberdayaan (LIFE) UNESCO-UNLD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non formal, dan Informal menyediakan layanan program pendidikan keaksaraan baik keaksaraan dasar yang merupakan program pemberantasan buta aksara maupun keaksaraan usaha mandiri atau menu ragam keaksaraan lainnya yang merupakan program pemeliharaan dan peningkatan kemampuan keaksaraan. Hal ini dilakukan karena terdapat kecenderungan para aksarawan baru atau penduduk dewasa berkeaksaraan rendah lainnya kembali buta aksara apabila kemampuan keaksaraannya tidak dipergunakan secara fungsional dan berkelanjutan.

Atas dasar itu, pada tahun 2013 Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat menyediakan berbagai layanan program keaksaraan yang meliputi keaksaraan dasar, keaksaraan usaha mandiri, aksara kewirausahaan, rintisan balai belajar bersama, dan aksara berbasis cerita rakyat. Program-program tersebut ditunjang dengan TBM di ruang publik dan peningkatan mutu TBM unggulan berbasis elektronik, serta program-program pendidikan pemberdayaan perempuan, seperti pendidikan kecakapan hidup perempuan, peningkatan budaya tulis melalui koran ibu dan koran anak, pendidikan keluarga berwawasan gender, dan program sejenis lainnya.

Kegiatan pendidikan kecakapan hidup perempuan merupakan upaya pemerintah untuk memberdayakan kaum perempuan. Kegiatan ini dapat diakses oleh para penyelenggara kegiatan pendidikan masyarakat yang memenuhi persyaratan.

(Petunjuk Teknis Pengajuan, Penyaluran dan Pengelolaan Bantuan Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal, Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, 2013)

 




Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 30 Maret 2015 09:52