Selasa, 23 Jul 2019
You are here: Beranda | Artikel

Agenda Terbaru

No events

Berita Terbaru

Peningkatan Kapasitas Anggota Daya Annisa

Peningkatan Kapasitas Anggota Daya Annisa Tentang Higienitas Produk Makanan Olahan, PIRT dan Pentingnya Badan Hukum Untuk Usaha Kelompok Sabtu, 5 Mei 2018 Daya Annisa mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi para anggota dampingan. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan kelompok dampingan Daya Annisa di Bantul dan Kulonprogo. Dengan narasumber dari Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupatan Bantul. Banyaknya anggota d... Read more
Senin, 07 Mei 2018 14:59

Pendampingan Pembuatan IUMK

Pendampingan Pembuatan IUMK ... Read more
Jumat, 29 Januari 2016 12:29
KEBON SINANGLING, Taman Baca Masyarakat di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri

KEBON SINANGLING, Taman Baca Masyarakat di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri

Desa Wisata Kebonagung di Kecamatan Imogiri, Kab Bantul yang merupakan desa wisata berbasis pertanian dan budaya lokal kini memiliki sebuah taman baca bernama KEBON SINANGLING.  KeberadaanTaman Baca Masyarakat tersebut adalah sebagai wahana berbagai sumber informasi untuk meningkatkan keaksaraan masyarakat.  Terlebih lagi bagi anak-anak dan remaja di sekitarnya untuk menambah pengetahuan dengan gemar membaca. ... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 15:52
Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender

Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender

Salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, khususnya di keluarga sebagai satuan terkecil dalam masyarakat, Daya Annisa turut menyelenggarakan Program Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender (PKBG). ... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 13:48
DAYA ANNISA Mendukung PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI

DAYA ANNISA Mendukung PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI

Rilis Konferensi Pers PIA Jogja Peringatan International Women's Day (IWD) 8 Maret 2015 PEREMPUAN BERGERAK TOLAK KORUPSI   Korupsi telah membawa dampak sistemik terhadap perempuan dan anak.  Data Global Corruption Barometer, Transparency International (TI), menunjukkan bahwa perempuan merasakan dampak korupsi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.  Data profil kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) secara nasional... Read more
Selasa, 10 Maret 2015 11:29
Pendidikan Karakter Perempuan Berbasis Kecakapan Personal, Sosial dan Vokasional

Pendidikan Karakter Perempuan Berbasis Kecakapan Personal, Sosial dan Vokasional

Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) bertujuan untuk mewujudkan pendidikan karakter agar perempuan memiliki keberdayaan untuk kemandirian melalui kemampuan berusaha.  Pendidkan karakter tersebut dalam hal: kecakapan personal untuk membangun citra diri yang positif bagi perempuan, kecakapan sosial dan kecakapan vokasional. ... Read more
Senin, 09 Maret 2015 13:23

Pelatihan Perempuan UKM di Wonosobo

Daya Annisa memberikan pelatihan tentang Manajemen Keuangan bagi kelompok UMK yang dilakukan para perempuan di Wonosobo, 11 Juni 2014. Kegiatan ini merupakan kerjasama LPTP Solo dan salah satu CSR Perusahaan Multinasional. Merupakan pelatihan dasar untuk menanganalisa BEP dalam manajemen produksi, pendapatan dan biaya. Disamping itu diberikan tentang administrasi keuangan usaha dan pemisahan dengan keuangan rumahtangga, termasuk bagaimana... Read more
Kamis, 07 Agustus 2014 14:11
Meningkatkan Peran Perempuan dalam Desa Wisata, Daya Annisa Adakan Pelatihan Batik

Meningkatkan Peran Perempuan dalam Desa Wisata, Daya Annisa Adakan Pelatihan Batik

Imogiri, selama ini peran dan keterlibatan perempuan dalam mengelola desa wisata masih relatif rendah, sehingga perlu diadakan kegiatan yang melibatkan mereka dalam meningkatkan mutu desa wisata di lingkungan mereka. Untuk itulah Daya Annisa kegiatan pelatihan membatik untuk kelompok perempuan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Progran PKH Perempuan Sadar wisata. ... Read more
Senin, 03 September 2012 20:28
Artikel
Pendidikan Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (EFSD) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Tati   
Selasa, 03 Januari 2012 08:56

Strategi yang digunakan adalah pendekatan Sustainable Livelihood (SL) adalah program yang tengah dikembangkan untuk mengatasi kemiskinan di tingat global. Awalnya SLA dipopulerkan oleh Robert Chambers dan Gordon Conway dari IDS-UK kini menjadi program pembangunan yang berkelanjutan. Adapun yang dimaksud dengan SLA itu sendiri adalah kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap orang/masyarakat untuk menjalankan kehidupannya dengan menggunakan kapasitas/kemampuan serta kepemilikan sumberdaya untuk mencapai tingkat kehidupan yang diharapkan. Namun alat SLA masih perlu dimodifikasi dan diadaptasi untuk menyesuaikan diri terhadap prioritas dan situasi lokal.
Dalam kerangka SLA ada beberapa hal penting yang saling mempengaruhi, yaitu kondisi rentan, aset, kebijakan, strategi dan capaian.

 

Aset
Aset adalah sesuatu yang dimiliki (berkuasa mengkontrol) atau dapat diakses untuk menjalankan penghidupan. Aset merupakan modal untuk melaksanakan kegiatan sehingga tujuan penghidupan bisa dicapai. DFID mengkelompokkan aset ke dalam lima kelompok yang disebut Pentagon Aset yaitu:

  1. Human Capital (Sumberdaya Manusia)
  2. Natural Capital (Suberdaya Alam)
  3. Financial Capital (Sumberdaya Keuangan)
  4. Social Capital (Sumberdaya Sosial)
  5. Physical Capital (Sumberdaya Infrastruktur)

 

Capaian
Capaian akhir dari livelihood adalah kesejahteraan saat ini dan bagi generasi mendatang. Namun prioritas jangka pendek perlu ditargetkan, karena capaian sifatnya beragam maka ketepatan mengidentifikasi sesuai harapan dapat membuat proses pembangunan lebih cepat dan tepat. Untuk mengukur capaian/tujuan dari kegiatan yang diinginkan bisa dilakukan dengan mendiskusikan indikator-indikatornya dengan masyarakat kelompok sasaran serta mengajak mereka memantau proses-proses yang berjalan dan mengamati perubahan-perubahan yang tidak terduga misalnya: perubahan dalam hubungan sosial, akumulasi atau hilangnya aset-aset oleh kelompok tertentu, dsb.

 

Faktor yang mempengaruhi
Faktor yang bisa mempengaruhi capaian livelihood program antara lain:

  1. Faktor internal, misalnya: motivasi, kekuatan aset yang dimiliki,
  2. Faktor eksternal: 1) Kerentanan yaitu perubahan yang terjadi baik secara cepat, lambat maupun musiman yang mengakibatkan rentannya masyarakat. 2) Struktur dan Proses yaitu perubahan yang diakibatkan oleh kebijakan, norma-norma yang dikeluarkan oleh pemerintah, masyarakat, LSM, maupun pengusaha.

 

Faktor Kerentanan
Faktor kerentanan terdiri dari:

  1. Faktor perubahan lambat (Trends) misalnya: Pertambahan Jumlah Penduduk, Perubahan Teknologi,  Perubahan fungsi hutan, sumberdaya ikan, polusi air dan udara.
  2. Faktor Perubahan mendadak (Shocks) misalnya: Banjir, Wabah Penyakit, Konflik.
  3. Faktor perubahan musiman (Seasonality). Musim panen, musim kering, musim hujan.

 

Dari kajian ada temuan-temuan tentang kerangka SLA sebagai berikut:

a. Pentagon Aset yang ada di wilayah Dusun Kepek

  1. Human Capital (Sumberdaya Manusia): kesehatan, pendidikan, keterampilan, semangat untuk maju dan disiplin.
  2. Natural Capital (Suberdaya Alam): angin, air, lahan pertanian, lahan pekarangan dan tumbuhan.
  3. Financial Capital (Sumberdaya Keuangan): hasil dagang, simpan pinjam, hasil bertani, hasil ternak dan arisan.
  4. Social Capital (Sumberdaya Sosial): gotong royong, pengajian, menjenguk orang sakit, takjizah dan siskamling.
  5. Physical Capital (Sumberdaya Infrastruktur): rumah, jalan aspal, pasar, masjid dan gedung sekolah.

b. Capaian

Untuk capaian jangka pendek diharapkan masing-masing rumah tangga sudah memiliki jamban keluarga, pengetahuan tentang kesehatan diri dan kesehatan lingkungan.
Sedangkan capaian jangka panjang adalah terwujudnya lingkungan yang bersih bebas dari limbah, terbentuknya bank sampah, adanya usaha daur ulang sampah plastik menjadi kerajinan, rumah tangga mempunyai peresapan limbah cair dari rumah tangga sebelum dibuang ke sungai, pembuatan pupuk kandang  dan pembuatan bio gas.

c. Faktor yang mempengaruhi

Faktor yang mempengaruhi capaian dari program ini meliputi faktor internal yaitu kepemilikan lima jenis aset yang ada di Dusun Kepek.
Faktor kerentanan: Pertambahan jumlah penduduk, perubahan fungsi lahan, musim hujan dan musim panas. Adanya kebijakan dari desa tentang pengairan lahan.

 

Permasalahan-permasalahan lingkungan dan sumber daya alam  yang ada di dusun Kepek:

  1. Menurunnya kepedulian warga terhadap lingkungan (manusia lebih banyak memanfaatkan tetapi tidak memelihara/ memulihkan alam/lingkungan).
  2. Belum maksimalnya pemanfaatan lahan pekarangan
  3. Belum adanya pengelolaan limbah/sampah

Kegiatan EFSD merupakan kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, berbasis keadilan sosial dengan mempertimbangkan keseimbangan beberapa eco-system. Serta mendukung pemanfaatan dan pemeliharaan lingkungan secara arif yang mempertimbangkan keserasian ekologis

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Kepek, Timbuharjo, Sewon, Bantul. Diikuti oleh 25 orang perempuan yang mempunyai usaha mikro.

Para perempuan di Dusun Kepek sebenarnya sudah mempunyai kegiatan yang cukup banyak disamping mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari juga menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Di luar kesibukan mereka  sebenarnya mereka masih sangat butuh untuk mendapatkan tambahan wawasan yang lebih luas.

Adanya  program EFSD Daya Annisa memilih Dusun Kepek sebagai lokasi untuk program tersebut. Para perempuan di dusun ini ternyata sangat tertarik dan menyambut dengan antusias. Karena mereka merasa kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya masih rendah. Dan ada potensi sumber daya alam yang masih bisa dikelola.

Dari beberapa materi yang disampaikan dalam kajian program EFSD, ada beberapa materi yang sangat menarik bagi mereka, antara lain:climate change (perubahan iklim), setelah mendapatkan materi tentang climate change Ibu Kadar berkomentar “ saya jadi sedih karena selama ini tidak menyadari kalau sudah ikut menyumbang atas terjadinya perubahan iklim sekarang ini”. Ada peserta lagi yang berkata “Kenapa sekarang musim hujan dan panas tidak bisa dihitung kaya jaman dulu itu karena pengaruh perubahan iklim juga ya?”

Kajian yang menarik lagi tentang pentagon asset, ada peserta yang bilang ”baru sekali ini dengar tentang pentagon asset dan setelah dicari bersama-sama ternyata dusun kita banyak kekayaan dan tahu kondisi lingkungan kita”.

Kajian tentang Kesehatan Lingkungan juga menarik bagi mereka, ada peserta (Ibu Sri) berkata: “Sebenarnya sudah tahu kalau saat ini di wilayah kami sudah ada beberapa pencemaran lingkungan, misalnya masalah pembuangan sampah, bau dari kotoran ternak tapi memang belum ada kesadaran untuk merubah perilaku sehari-hari”.

Kegiatan transek bagi peserta juga menarik karena belum pernah melakukan kegiatan ini, selama perjalanan ada beberapa komentar yang muncul dari peserta. “Wah selama lebih dari sepuluh tahun tinggal di Dusun Kepek baru sekali ini jalan-jalan sampai ke daerah ini, ternyata ada saluran air yang cukup lebar kaya sungai  tetapi kotor karena untuk membuang sampah dan limbah rumah tangga”.

"Dengan kegiatan ini peserta jadi lebih tahu dan mengenali kondisi lingkungan sekitarnya secara langsung"

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya, membangun kesadaran terhadap sumber daya dan asset yang dimiliki untuk dikembangkan secara arif, serta mendorong kemampuan perempuan usaha mikro dalam pengembangan usaha melalui pengorganisasian kelompok.

Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu, pertama meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap sumberdaya dan aset yang dimiliki dan pemanfaatannya untuk penghidupan berkelanjutan, kedua meningkatnya kecakapan peserta untuk pengembangan motivasi dan etos kerja dalam pengorganisasian kelompok usaha yang memperhatikan lingkungan, serta terciptanya peluang pengembangan usaha bagi perempuan terkait penghidupan berkelanjutan.

Dengan semangat dan antusias dari peserta program EFSD tersebut maka terbentuk KPPL (Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan) di Dusun Kepek. Yang diharapkan mampu menjadi penggerak dalam melestarikan lingkungan dan sumber penghidupan yang ada di Dusun Kepek.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 30 Maret 2015 09:53
 
Kajian PRB-PB sebagai titik masuk Program PRB-PB Berbasis Masyarakat PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Tati   
Selasa, 03 Januari 2012 08:29

Pelaksanaan kajian PRB-PB dilakukan di dua desa yaitu Bawuran dan Seloharjo dimulai pada tanggal 13 - 22 Agustus 2011 untuk kajian tingkat desa/perwakilan dari stakeholder. Peserta kajian terdiri dari pemerintah desa, PKK, Kader, Gapoktan, KWT, Kelompok Pengrajin, Kelompok Usaha, Kelompok Perempuan Usaha Mikro, ketua pemuda/Karang taruna, Ormas Keagamaan dan OPRB dengan merepresentasikan minimal 30% keterwakilan perempuan. Kajian PRB-PB diikuti oleh 65 peserta terdiri dari 28 peserta perempuan dan 36 peserta laki-laki.

Kajian PRB-PB pada kelompok rentan dilaksanakan pada tanggal 19 – 30 September 2011. Pelaksanaan di desa Bawuran di fokuskan pada 7 dusun dan di Seloharjo difokuskan tempatnya di 10 dusun. Jumlah peserta kajian kelompok rentan 240 orang terdiri dari 126 peserta perempuan dan 114 peserta laki-laki.

Proses kajian merupakan partisipatif dengan pendekatan PRA. Teknik yang digunakan FGD, diskusi peserta/curah pendapat, presentasi peserta kajian. Implementasi materi kajian meliputi :

  1. Analisis Pentagon Asset
  2. Analisis Ancaman dan Risiko Bencana
  3. Analisis Sejarah Kebencanaan
  4. Analisis Sejarah Sumber Penghidupan dan Sumber Penghidupan
  5. Transek
  6. Peta Ancaman Risiko Bencana dan Sumberdaya.
  7. SLA (Sustainable Livelihood Approach)

Proses Kajian PRB-PB pada kelompok rentan dipandu oleh pemandu lokal yang merupakan peserta kajian tingkat desa/perwakilan dari stakeholder untuk menyampaikan materi-materi PRB-PB. Pembelajaran yang diperoleh dalam kajian pada kelompok rentan :

“Dalam kajian mendapatkan hal yang terkesan yaitu membahas suatu masalah yang besar dan berat dilakukan dengan cara yang santai.”(Suyoto, Tegalrejo, Bawuran, Pleret)

“Adanya perubahan pola pikir tentang sumber penghidupan, setelah ada kajian tentang sumber pendapatan dan pengeluaran menjadi lebih berhati-hati/mengontrol dalam pengeluaran yang penting, sadar ternyata selama ini antara pendapatan dan pengeluaran minus sehingga ada semangat usaha lagi untuk menutup kekurangan tersebut.”

“Adanya tambahan wawasan/pengetahuan tentang bencana, menjadi tahu bahwa siap-siap menghadapi bencana itu sangat penting/lebih waspada terhadap ancaman bencana. Memberikan kesadaran kepada masyarakat yang rentan bahwa mereka hidup di daerah rawan bencana”.

“Lebih mengenal aset-aset/kondisi dusun karena selama ini tidak terpikirkan oleh sebagian warganya, seperti adanya pemanfaatan aset pekarangan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan/ancaman sampah”. (Dusun Tegalrejo dan Bawuran 2)

“Setelah ada kajian terutama adannya ancaman pencemaran lingkungan di dusun Bawuran 1 sudah ada greget untuk mempehatikan lingkungan dusunnya, dengan adanya pelatihan pengolahan sampah kerjasama dengan Dinas Kesehatan”

“Adanya tambahan pengetahuan, pengalaman, semangat dan menjadi tahu lokasi-lokasi rawan bencana baik diwilayahnya sendiri maupun dusun lain”.

“Adanya harapan setelah kajian ada tindak lanjut dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat desa Seloharjo”.

“Mengikuti kajian bisa menyalurkan aspirasi”.

“Adanya perubahan pandai mengatur waktu karena tambah sibuk mengikuti kajian”

 

Hasil kajian berupa data desa/dusun, peta bencana dan sumberdaya yang dirangkum dalam dokumen hasil kajian.

 
« MulaiSebelumnya12SelanjutnyaAkhir »